Jumat, 03 Mei 2013

Percobaan 6 Gen Yang Dipengaruhi Jenis Kelamin


BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

          Gen dominan biasanya memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki/jantan maupun perempuan/betina. Baru dalam keadaan homozigotik resesif, pengaruh dominan itu tidak akan menempatkan diri dalam fenotip. Disisni adapun gen-gen yang dominansinya bergantung dari jenis kelamin individu. Salah satunya adalah panjang jari telunjuk. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alas dimana terdapat seuah garis mendatar demikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui, apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atu lebih pendek dari pada jari manis (Anonim,2011).
          Gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah gen autosomal yang membedakan antara laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi factor lingkungan internal yakni perbedaan kadar hormon kelamin antara laki-laki dan perumpuan. Sifat yang ditunkan oleh gen dikenal sebagai sifat (karakter) menurun yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Salah satu contoh sifat menurun pada manusia yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah panjang jari telunjuk (Agus dan Sjafaraenan, 2013).
            Apakah sebenarnya yang diberikan pada anak-anak itu sehingga merekapun mempunyai beberapa sifat seperti orang tuanya, Yang diwariskam adalah berupa gen, gen lah yang bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan langsung dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom (Nio,1990).

I.2 Tujuan Percobaan

          Tujuan dari percobaan ini adalah Untuk mengetahui frekuensi fenotip dan genotip kepala botak.

I.3 Waktu dan Tempat Percobaan

          Percobaan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 2 April 2013, Pada pukul 15.00-16.30 WITA, bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.


         













BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

            Apabila gen itu terletak pada atutosom, maka laki-laki dan perempuan dapat diharapkan akan menerima gen itu dengan frekuensi yang sama., sehinga masing-masing seks mmpunyai peluang yang sangat besar untuk menunjukkan diwariskannay gen tertenntu. Tetapi apabila gen itu terletak pada  kromosom-X maka gen tiu akan diwariskan menurut pola bersilang. Artinya gen yagn terletak pada kromosom-X itu tidak mungkin diwariskan oleh seorang ayah langsung kepada anak laki-laki (Suryo, 2010).
            Jenis kelamin (seks) kita merupakan salah satu karakter fenotipik kita yang lebih nyata. Meskipun perbedaan antomis dan fisiologis antara pria dan wanita banyak, dasar kromosom seksnya sedeikit lebih sederhana. Pada manusia dan manusia lain, seperti pada lalat buah, ada dua varietas kromosom seks, dilambangkan dengan X dan Y. Seseorang yang mewarisi dua kromosom X, satu dari masing-masing orang tuanya, biasanya berkembang menjadi perempuan. Seorang Pria biasanya berkembang dari sebuah zigot yang mengandung satu kromosom X dan satu kromosom Y. Ketika meiosis terjadi di dalam testis, kromosom X dan Y berperilaku sama seperti kromosom homolog, meskipun kromosom-kromosom tersbut hanya homolog sebagian dan hanya mengalami sedikit pindah silang satu dengan yang lainnya (Campbell,dkk., 1999).
            Apabila kita meletakkan tangan kita pada suatu alas dimana terdapat sebuah garis mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat diketahui apakah jari telunjuk lebih panjang ataukah  lebih pendek daripada jari manis. Pada kebanyakan orang ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis tersebut. Berarti bahwa jari telunjuk lebih pendek dari jari manis. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki-laki, tetapi resesif pada perempuan. Ekspresi gen itu sebagai berikut (Suryo, 2010):
Genotip
Laki-laki
Perempuan
TT
Telunjuk Pendek
Telunjuk Pendek
Tt
Telunjuk Pendek
Telunjuk Panjang
tt
Telunjuk Panjang
Telunjuk Panjang

            Gen terpengaruh kelamin (Sex influenced genes) ialah gen yang memperlihatkan perbdaan ekspresi antara individu jantan dan betina akibat pengaruh hormon kelamin. sebagai contoh gen yang  terpengaruh kelamin adalah gen autosomal B yang mengatur kebotakan pada manusia. Gen B dominan pada pria tetapi resesif pada wanita. Sebaliknya gen b dominan pada wanita tetati resesif pada pria. Akibatnya pria heterozigot akan mengalami kebotakan, sedang wanita heterozigot akan normal. Untuk dapat mengalami kebotakan seorang wanita harus mempunyai gen B dalam keadaan homozigot. Selain mempengaruhi perbedaan ekspresi gen diantara jenis kelamin jug adapt membatasi ekspresi gen pada salah satu jenis kelamin. gen yang hanya bias diekspresikan pada salah satu jenis kelamin dinamakan gen yang terbatasi  kelamin (sex limited genes) (Susanto, 2011).
            Di samping peranannya dalam menentukan jenis kelamin, kromosom seks, terutama kromosom X, memiliki gen-gen untuk banyak karakter yang tidak berkaitan dengan seks. Pada manusia, istilah terpaut seks biasanya menunjuk pada karakter-karakter yang terpaut kromosom X.  Jika suatu sifat terpaut seks disebabkan oleh alel resesif, maka seorang anak perempuan akan memperlihatkan fenotipenya hanya jika dia merupakan homozigot. Karena anak laki-laki hanya memiliki satu lokus, istilah homozigot dan heterozigot tidak memiliki arti untuk menggambarkan gen-gen terpaut seks (Campbell,dkk., 1999).
            Genotip adalah sifat dasar pada individu yang tidak tampak dan tidak berubah-ubah karena iasi lingkungan (misalnya gen kepala botak genotipnya adalah BB atau Bb). Fenotip adalah sifat keturunan yang dapat dilihat warna, bentuk dan ukurannya (misalnya seorang laki-laki dengan genotip Bb & BB memiliki fenotip kepala botak). Alel adalah anggota dari sepasang gen yang membawa sifat berlawanan. Misalnya alel B (huruf besar) memiliki pengaruh kepala botak, sedangkan alel b (huruf kecil) membawa sifat kepala normal. Maka B dan b adalah sepasang alel (Suryo, 2008):
Genotof dan Fenotif Kepala Botak
Genotif
Fenotif pada    Laki-laki
Fenotif pada Perempuan
BB
Botak
Botak
Bb
Botak
Normal
bb
Normal
Normal

            Gen kepala botak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Seorang laki-laki yang memiliki pasangan gen BB dan Bb akan berkepala botak. Namun seorang perempuan baru akan botak bila memiliki pasangan gen BB. Jadi gen kepala botak (B) bersifat dominan pada laki-laki, sedangkan pada perempuan bersifat resesif (kalah dominan daripada gen b) (Suryo, 2008).
            Seorang laki-laki botak dengan genotip Bb bila kawin dengan perempuan normal dengan genotip bb akan memiliki anak dengan peluang genotip Bb (50%) dan bb (50%), sehingga peluang anak laki-laki untuk botak adalah 50% dan anak perempuan botak 0 %. Peluang untuk kebotakan karena iasi iasic lebih besar pada laki-laki iasicio pada perempuan (Suryo, 2008).

            Pewarisan gen autosomal dominan, hadirnya sebuah gen dominan didalam genotip sesorang sudah menyebabkan sifat itu tampak padanya, banyak contoh kelainan akibat pewarisan gen autosomal dominan ini yaitu (Suryo, 2010):

a.       Polidaktili (Jari Lebih), adalah suatu kelainan yang diwariskan oleh gen autosomal dominan P sehingga orang mempunyai  tambahan jari pada satu atau kedua tangan dan/atau pada kakinya. Tempat jari tambahan itu berbeda - beda , ada yang terdapat dekat ibu jari dan ada pula yang terdapat di dekat jari kelingking. Orang normal adalah homozigotik resesif pp. Pada individu heterozigotik Pp derajat ekspresi gen dominan itu dapat bereda-beda, sehingga lokasi tambahan jari dapat bervariasi.

b.      Kemampuan Mengecap PTC (iasiciocarbamide). Orang yang mampu mengecap rasa pahit PTC disebut taster sedangkan yang tidak disebut non taster. Gen penentu taster adalah TT atau Tt. Diagram  pewarisannya mirip dengan polidaktili.

c.        Thalassemia

Thalassemia merupakan penyakit darah bawaan yang menyebabkan sel darah merah pecah atau hemolisis. Thalasemia sering disebut juga sebagai Cooley’s anemia serta sering menyerang bayi dan anak-anak. Penyakit ini banyak menyerang di iasi-negara sekitar laut Tengah, Timur Tengah dan khatulistiwa. Kelainan iasic ini ditandai dengan berkurangnya atau bahkan tidak adanya sintesis hemoglobin (Hb)dan bentuk eritrosit yang tidak teratur sehingga tidak ias mengikat O2 secara optimal. Thalassemia dibedakan menjadi 3, yaitu Thalassemia α, β dan F (δβ).

d.      Dentinogenesis Imperfecta, Merupakan kelainan pada gigi manusia berupa dentin putih seperti susu (opalesen). Penyebabnya adalah gen dominan D. Pada hasil rontgen, email tampak normal. Namun, ruang-ruang pulpa dan saluran akar gigi terhapus dengan dentin abnormal. Ada penambahan perbatasan pada hubungan antara mahkota dengan akar gigi molar.

e.       Anonychia

Berupa kelainan jari tangan dan atau kaki yang pertumbuhannya tidak bagus. Biasanya kuku tidak ada pada jari telunjuk atau jari tengah. Penyebabnya adalah gen dominan An (resesifnya adalah an).

f.        Retinal Aplasia

Merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan kebutaan sejak lahir. Penyebabnya adalah gen dominan Ra. Penyakit ini ditemukan 10% dari kasus kebutaan.

g.      Katarak

Katarak juga merupakan kelainan pada mata yang  memiliki resiko
menimbulkan kebutaan. Gen yang berpengaruh dalam penyakit ini adalah gen dominan K.

h.      Lekuk pipi, lekuk dagu, tumbuhnya rambut yang tebal pada dada, lengan, tangan, serta dapat membengkokkan ibu jari dengan sudut yang tajam.

i.        Daun telinga yang bebas dan melekat.

j.        Warna rambut hitam.



BAB III

METODE PERCOBAAN

III.1 Alat

          Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu pulpen dan mistar.

III.2 Bahan

            Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu keapala botak dan kertas.

III.3 Cara Kerja

            Adapun cara kerja dalam percobaan ini yaitu:
a.       Membuat tabel nama, jenis kelamin, dan umur.
b.      Mengamati kepala orang yang botak pada Populasi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin.
c.       Mencatat biodata dengan mengisinya pada tabel yang telah disediakan.










BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil
Data Hasil Pengamatan
No
Nama
Umur
Keterangan
Jenis Kelamin
1
2
3
4
5
6
7

8

9

10
Ari
Fitrah
Halim
Kaharuddin
Sakhiruddin
Rosmini
Faisal

Karim

Arfan

Udin
45 tahun
18 tahun
49 tahun
53 tahun
53 tahun
54 tahun
43 tahun

44 tahun

41 tahun

50 tahun
Tidak Botak
Tidak Botak
Tidak Botak
Botak
Botak
Botak
Tidak Botak
Tidak Botak
Tidak Botak
Tidak Botak
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki

IV.2 Pembahasan
            Gen yang dipengaruhi oleh gen autosomal merupakan sifat keturunan yang ditentukan oleh gen pada autosom. Contohnya yaitu pengaruh jenis kelamiin terhadap suatu pewarisan gen, sehingga membedakan antara laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi faktor lingkungan internal yakni perbedaan hormon kelamin antara laki-laki dan perempuan. Salah satu contoh sifat menurun pada manusia yang dipengaruhi jenis kelamin adalah kepala botak (Bald).
            Pada pengamatan terhadap orang  botak,  didapatkan data  hasil  yaitu dalam
10 orang yang ditemui, hanya ada 3 orang yang mengalami kebotakan yaitu Kaharuddin (laki-laki usia 53 tahun), Sakhiruddin (laki-laki usia 53 tahun), dan Rosmini (perempuan usia 54 tahun). sehingga presentase orang yang mengalami kebotakan sebesar 30% , dimana 10% adalah perempuan dan 20% adalah laki-laki. Sisanya orang yang normal/resesif sebesar 70%.
            Pada umumnya kepala botak sering ditemui pada laki-laki, namun sekali-kali dapat dilihat adanya perempuan dengan kepala botak. Penyebabnya adalah jika gen B menentukan kepala botak dan alelnya resesif b menentukan kepala berambut normal, maka pengaruh jenis kelamin itu demikian rupa sehingga gen B itu dominan pada laki-laki, tetapi resesif pada perempuan (bila heterozigot). Adapun ekspresi gen yang diturunkan yaitu, jika genotip  BB maka laki-laki maupun perempuan akan mengalami kebotakan, jika genotip Bb maka hanya laki-laki yang  mengalami kebotakan, sedangkan jika resesif (bb) maka kedua-duanya normal. Sehingga sifat yang diturunkan oleh gen botak merupakan salah satu sifat (karakter) menurun yang dipengaruhi oleh jenis kelamin.








BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 Kesimpulan
            Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah frekuensi orang berkepala botak yang didapatkan setelah melakukan pengamatan terhadapa 10 orang adalah sebesar 30% berkepala botak (laki-laki 20% dan perempuan 10%) dan orang normal 70%.

V.2 Saran
            Saran saya yaitu agar Laboratorium Genetika dapat diperbaiki sehingga dapat digunakan dalam praktikum genetika, bukan menggunakan Laboratorium Biologi Dasar.







DAFTAR PUSTAKA

Agus, Rosana dan Sjafaraenan, 2013. Penuntun Praktikum Genetika. Jurusan         Biologi.Universitas Hasanuddin. Makassar.

Anonim, 2011. Gen-Gen Yang Dipengaruhi Jenis Kelamin.http:// teachingteam.
            files.wordpress.com. Diakses pada tanggal 7 April 2013, Pukul 08.00          WITA. Makassar.

Campbell, N.A, Reece, Jane,B., dan Mitchell, Lawrence, G., 1999. Biologi  jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Nio, Tjan kwiauw, 1990.Genetika Dasar. Institut Teknologi Bandung Press.          Bandung
Suryo, 2008. Genetika. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Suryo, 2010. Genetika Manusia. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Susanto, Agus Hery, 2011.Genetika. Graha Ilmu. Yogyakarta.












         



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa di coment ya....
yang mau copy-paste silahkan, tapi jangan lupa cantumkan link dari blog ini ya..n harap ditinggalkan comentnya..