Friday, May 3, 2013

Percobaan 6 Gen Yang Dipengaruhi Jenis Kelamin


BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

          Gen dominan biasanya memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki/jantan maupun perempuan/betina. Baru dalam keadaan homozigotik resesif, pengaruh dominan itu tidak akan menempatkan diri dalam fenotip. Disisni adapun gen-gen yang dominansinya bergantung dari jenis kelamin individu. Salah satunya adalah panjang jari telunjuk. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alas dimana terdapat seuah garis mendatar demikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui, apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atu lebih pendek dari pada jari manis (Anonim,2011).
          Gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah gen autosomal yang membedakan antara laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi factor lingkungan internal yakni perbedaan kadar hormon kelamin antara laki-laki dan perumpuan. Sifat yang ditunkan oleh gen dikenal sebagai sifat (karakter) menurun yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Salah satu contoh sifat menurun pada manusia yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah panjang jari telunjuk (Agus dan Sjafaraenan, 2013).
            Apakah sebenarnya yang diberikan pada anak-anak itu sehingga merekapun mempunyai beberapa sifat seperti orang tuanya, Yang diwariskam adalah berupa gen, gen lah yang bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan langsung dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom (Nio,1990).

I.2 Tujuan Percobaan

          Tujuan dari percobaan ini adalah Untuk mengetahui frekuensi fenotip dan genotip kepala botak.

I.3 Waktu dan Tempat Percobaan

          Percobaan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 2 April 2013, Pada pukul 15.00-16.30 WITA, bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.


         













BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

            Apabila gen itu terletak pada atutosom, maka laki-laki dan perempuan dapat diharapkan akan menerima gen itu dengan frekuensi yang sama., sehinga masing-masing seks mmpunyai peluang yang sangat besar untuk menunjukkan diwariskannay gen tertenntu. Tetapi apabila gen itu terletak pada  kromosom-X maka gen tiu akan diwariskan menurut pola bersilang. Artinya gen yagn terletak pada kromosom-X itu tidak mungkin diwariskan oleh seorang ayah langsung kepada anak laki-laki (Suryo, 2010).
            Jenis kelamin (seks) kita merupakan salah satu karakter fenotipik kita yang lebih nyata. Meskipun perbedaan antomis dan fisiologis antara pria dan wanita banyak, dasar kromosom seksnya sedeikit lebih sederhana. Pada manusia dan manusia lain, seperti pada lalat buah, ada dua varietas kromosom seks, dilambangkan dengan X dan Y. Seseorang yang mewarisi dua kromosom X, satu dari masing-masing orang tuanya, biasanya berkembang menjadi perempuan. Seorang Pria biasanya berkembang dari sebuah zigot yang mengandung satu kromosom X dan satu kromosom Y. Ketika meiosis terjadi di dalam testis, kromosom X dan Y berperilaku sama seperti kromosom homolog, meskipun kromosom-kromosom tersbut hanya homolog sebagian dan hanya mengalami sedikit pindah silang satu dengan yang lainnya (Campbell,dkk., 1999).
            Apabila kita meletakkan tangan kita pada suatu alas dimana terdapat sebuah garis mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat diketahui apakah jari telunjuk lebih panjang ataukah  lebih pendek daripada jari manis. Pada kebanyakan orang ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis tersebut. Berarti bahwa jari telunjuk lebih pendek dari jari manis. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki-laki, tetapi resesif pada perempuan. Ekspresi gen itu sebagai berikut (Suryo, 2010):
Genotip
Laki-laki
Perempuan
TT
Telunjuk Pendek
Telunjuk Pendek
Tt
Telunjuk Pendek
Telunjuk Panjang
tt
Telunjuk Panjang
Telunjuk Panjang

            Gen terpengaruh kelamin (Sex influenced genes) ialah gen yang memperlihatkan perbdaan ekspresi antara individu jantan dan betina akibat pengaruh hormon kelamin. sebagai contoh gen yang  terpengaruh kelamin adalah gen autosomal B yang mengatur kebotakan pada manusia. Gen B dominan pada pria tetapi resesif pada wanita. Sebaliknya gen b dominan pada wanita tetati resesif pada pria. Akibatnya pria heterozigot akan mengalami kebotakan, sedang wanita heterozigot akan normal. Untuk dapat mengalami kebotakan seorang wanita harus mempunyai gen B dalam keadaan homozigot. Selain mempengaruhi perbedaan ekspresi gen diantara jenis kelamin jug adapt membatasi ekspresi gen pada salah satu jenis kelamin. gen yang hanya bias diekspresikan pada salah satu jenis kelamin dinamakan gen yang terbatasi  kelamin (sex limited genes) (Susanto, 2011).
            Di samping peranannya dalam menentukan jenis kelamin, kromosom seks, terutama kromosom X, memiliki gen-gen untuk banyak karakter yang tidak berkaitan dengan seks. Pada manusia, istilah terpaut seks biasanya menunjuk pada karakter-karakter yang terpaut kromosom X.  Jika suatu sifat terpaut seks disebabkan oleh alel resesif, maka seorang anak perempuan akan memperlihatkan fenotipenya hanya jika dia merupakan homozigot. Karena anak laki-laki hanya memiliki satu lokus, istilah homozigot dan heterozigot tidak memiliki arti untuk menggambarkan gen-gen terpaut seks (Campbell,dkk., 1999).
            Genotip adalah sifat dasar pada individu yang tidak tampak dan tidak berubah-ubah karena iasi lingkungan (misalnya gen kepala botak genotipnya adalah BB atau Bb). Fenotip adalah sifat keturunan yang dapat dilihat warna, bentuk dan ukurannya (misalnya seorang laki-laki dengan genotip Bb & BB memiliki fenotip kepala botak). Alel adalah anggota dari sepasang gen yang membawa sifat berlawanan. Misalnya alel B (huruf besar) memiliki pengaruh kepala botak, sedangkan alel b (huruf kecil) membawa sifat kepala normal. Maka B dan b adalah sepasang alel (Suryo, 2008):
Genotof dan Fenotif Kepala Botak
Genotif
Fenotif pada    Laki-laki
Fenotif pada Perempuan
BB
Botak
Botak
Bb
Botak
Normal
bb
Normal
Normal

            Gen kepala botak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Seorang laki-laki yang memiliki pasangan gen BB dan Bb akan berkepala botak. Namun seorang perempuan baru akan botak bila memiliki pasangan gen BB. Jadi gen kepala botak (B) bersifat dominan pada laki-laki, sedangkan pada perempuan bersifat resesif (kalah dominan daripada gen b) (Suryo, 2008).
            Seorang laki-laki botak dengan genotip Bb bila kawin dengan perempuan normal dengan genotip bb akan memiliki anak dengan peluang genotip Bb (50%) dan bb (50%), sehingga peluang anak laki-laki untuk botak adalah 50% dan anak perempuan botak 0 %. Peluang untuk kebotakan karena iasi iasic lebih besar pada laki-laki iasicio pada perempuan (Suryo, 2008).

            Pewarisan gen autosomal dominan, hadirnya sebuah gen dominan didalam genotip sesorang sudah menyebabkan sifat itu tampak padanya, banyak contoh kelainan akibat pewarisan gen autosomal dominan ini yaitu (Suryo, 2010):

a.       Polidaktili (Jari Lebih), adalah suatu kelainan yang diwariskan oleh gen autosomal dominan P sehingga orang mempunyai  tambahan jari pada satu atau kedua tangan dan/atau pada kakinya. Tempat jari tambahan itu berbeda - beda , ada yang terdapat dekat ibu jari dan ada pula yang terdapat di dekat jari kelingking. Orang normal adalah homozigotik resesif pp. Pada individu heterozigotik Pp derajat ekspresi gen dominan itu dapat bereda-beda, sehingga lokasi tambahan jari dapat bervariasi.

b.      Kemampuan Mengecap PTC (iasiciocarbamide). Orang yang mampu mengecap rasa pahit PTC disebut taster sedangkan yang tidak disebut non taster. Gen penentu taster adalah TT atau Tt. Diagram  pewarisannya mirip dengan polidaktili.

c.        Thalassemia

Thalassemia merupakan penyakit darah bawaan yang menyebabkan sel darah merah pecah atau hemolisis. Thalasemia sering disebut juga sebagai Cooley’s anemia serta sering menyerang bayi dan anak-anak. Penyakit ini banyak menyerang di iasi-negara sekitar laut Tengah, Timur Tengah dan khatulistiwa. Kelainan iasic ini ditandai dengan berkurangnya atau bahkan tidak adanya sintesis hemoglobin (Hb)dan bentuk eritrosit yang tidak teratur sehingga tidak ias mengikat O2 secara optimal. Thalassemia dibedakan menjadi 3, yaitu Thalassemia α, β dan F (δβ).

d.      Dentinogenesis Imperfecta, Merupakan kelainan pada gigi manusia berupa dentin putih seperti susu (opalesen). Penyebabnya adalah gen dominan D. Pada hasil rontgen, email tampak normal. Namun, ruang-ruang pulpa dan saluran akar gigi terhapus dengan dentin abnormal. Ada penambahan perbatasan pada hubungan antara mahkota dengan akar gigi molar.

e.       Anonychia

Berupa kelainan jari tangan dan atau kaki yang pertumbuhannya tidak bagus. Biasanya kuku tidak ada pada jari telunjuk atau jari tengah. Penyebabnya adalah gen dominan An (resesifnya adalah an).

f.        Retinal Aplasia

Merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan kebutaan sejak lahir. Penyebabnya adalah gen dominan Ra. Penyakit ini ditemukan 10% dari kasus kebutaan.

g.      Katarak

Katarak juga merupakan kelainan pada mata yang  memiliki resiko
menimbulkan kebutaan. Gen yang berpengaruh dalam penyakit ini adalah gen dominan K.

h.      Lekuk pipi, lekuk dagu, tumbuhnya rambut yang tebal pada dada, lengan, tangan, serta dapat membengkokkan ibu jari dengan sudut yang tajam.

i.        Daun telinga yang bebas dan melekat.

j.        Warna rambut hitam.



BAB III

METODE PERCOBAAN

III.1 Alat

          Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu pulpen dan mistar.

III.2 Bahan

            Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu keapala botak dan kertas.

III.3 Cara Kerja

            Adapun cara kerja dalam percobaan ini yaitu:
a.       Membuat tabel nama, jenis kelamin, dan umur.
b.      Mengamati kepala orang yang botak pada Populasi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin.
c.       Mencatat biodata dengan mengisinya pada tabel yang telah disediakan.










BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil
Data Hasil Pengamatan
No
Nama
Umur
Keterangan
Jenis Kelamin
1
2
3
4
5
6
7

8

9

10
Ari
Fitrah
Halim
Kaharuddin
Sakhiruddin
Rosmini
Faisal

Karim

Arfan

Udin
45 tahun
18 tahun
49 tahun
53 tahun
53 tahun
54 tahun
43 tahun

44 tahun

41 tahun

50 tahun
Tidak Botak
Tidak Botak
Tidak Botak
Botak
Botak
Botak
Tidak Botak
Tidak Botak
Tidak Botak
Tidak Botak
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki
Laki-laki

IV.2 Pembahasan
            Gen yang dipengaruhi oleh gen autosomal merupakan sifat keturunan yang ditentukan oleh gen pada autosom. Contohnya yaitu pengaruh jenis kelamiin terhadap suatu pewarisan gen, sehingga membedakan antara laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi faktor lingkungan internal yakni perbedaan hormon kelamin antara laki-laki dan perempuan. Salah satu contoh sifat menurun pada manusia yang dipengaruhi jenis kelamin adalah kepala botak (Bald).
            Pada pengamatan terhadap orang  botak,  didapatkan data  hasil  yaitu dalam
10 orang yang ditemui, hanya ada 3 orang yang mengalami kebotakan yaitu Kaharuddin (laki-laki usia 53 tahun), Sakhiruddin (laki-laki usia 53 tahun), dan Rosmini (perempuan usia 54 tahun). sehingga presentase orang yang mengalami kebotakan sebesar 30% , dimana 10% adalah perempuan dan 20% adalah laki-laki. Sisanya orang yang normal/resesif sebesar 70%.
            Pada umumnya kepala botak sering ditemui pada laki-laki, namun sekali-kali dapat dilihat adanya perempuan dengan kepala botak. Penyebabnya adalah jika gen B menentukan kepala botak dan alelnya resesif b menentukan kepala berambut normal, maka pengaruh jenis kelamin itu demikian rupa sehingga gen B itu dominan pada laki-laki, tetapi resesif pada perempuan (bila heterozigot). Adapun ekspresi gen yang diturunkan yaitu, jika genotip  BB maka laki-laki maupun perempuan akan mengalami kebotakan, jika genotip Bb maka hanya laki-laki yang  mengalami kebotakan, sedangkan jika resesif (bb) maka kedua-duanya normal. Sehingga sifat yang diturunkan oleh gen botak merupakan salah satu sifat (karakter) menurun yang dipengaruhi oleh jenis kelamin.








BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 Kesimpulan
            Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah frekuensi orang berkepala botak yang didapatkan setelah melakukan pengamatan terhadapa 10 orang adalah sebesar 30% berkepala botak (laki-laki 20% dan perempuan 10%) dan orang normal 70%.

V.2 Saran
            Saran saya yaitu agar Laboratorium Genetika dapat diperbaiki sehingga dapat digunakan dalam praktikum genetika, bukan menggunakan Laboratorium Biologi Dasar.







DAFTAR PUSTAKA

Agus, Rosana dan Sjafaraenan, 2013. Penuntun Praktikum Genetika. Jurusan         Biologi.Universitas Hasanuddin. Makassar.

Anonim, 2011. Gen-Gen Yang Dipengaruhi Jenis Kelamin.http:// teachingteam.
            files.wordpress.com. Diakses pada tanggal 7 April 2013, Pukul 08.00          WITA. Makassar.

Campbell, N.A, Reece, Jane,B., dan Mitchell, Lawrence, G., 1999. Biologi  jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Nio, Tjan kwiauw, 1990.Genetika Dasar. Institut Teknologi Bandung Press.          Bandung
Suryo, 2008. Genetika. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Suryo, 2010. Genetika Manusia. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Susanto, Agus Hery, 2011.Genetika. Graha Ilmu. Yogyakarta.












         



Thursday, April 25, 2013

Bahaya Nitrogen II

Oleh: Dan Charles

dikutip dari nationalgeographic.co.id/


Foto oleh Peter Essick
N. Nitrogen. Nomor atom: tujuh. Zat ini adalah urat nadi pertanian, menjamin pasokan pangan dalam dunia kita yang padat. Tanpa unsur ini, proses fotosintesis tak dapat berlangsung—protein tak dapat terbentuk dan tanaman tak dapat tumbuh.

Jagung, gandum, padi—tanaman cepat-tumbuh yang diandalkan umat manusia untuk hidup—termasuk tanaman yang paling haus-nitrogen. Bahkan, ketiga tanaman ini memerlukan nitrogen lebih dari yang dapat disediakan alam. Pabrik besar menangkap gas nitrogen lembam dari atmosfer, dan memaksanya bereaksi secara kimiawi dengan hidrogen dalam gas alam, membentuk senyawa reaktif.

Pupuk nitrogen itu—lebih dari seratus juta ton dipakai di seluruh dunia setiap tahunnya—menghasilkan panen melimpah. Tanpanya, peradaban manusia dalam bentuknya sekarang tak mungkin ada. Tanah planet kita tidak mampu menghasilkan cukup makanan bagi ketujuh miliar manusia dengan pola makan kita yang biasa. Bahkan, hampir setengah nitrogen yang terdapat dalam tubuh kita berawal dalam pabrik pupuk.

Namun, nitrogen kini mencekik margasatwa di danau dan muara, mencemari air tanah, dan bahkan memanaskan iklim dunia. Ketika dunia yang lapar memikirkan miliaran mulut tambahan yang akan membutuhkan protein kaya-nitrogen, berapa banyak air dan udara bersih yang kelak tersisa di tengah-tengah penyuburan ladang yang kita perlukan? 

Bahaya Nitrogen Terhadap Ledakan Populasi Ganggang

danau erie,ikan,polusi,ganggangIkan ini mati sesak napas, kematian yang disebabkan oleh ledakan ganggang di Danau Erie, Amerika Utara. (Tom Archer, NSF/National Geographic News).

Dikutip dari:http://nationalgeographic.co.id
            Perkembangan pupuk ini menimbulkan keuntungan. Tanaman mikroskopik macam ganggang, yang tidak sengaja terpapar pupuk kaya nitrogen dan fosfor, akan meledak populasinya. Seperti kasus yang terjadi di pesisir Qingdao, Cina, pada tahun 2011.
             Ledakan ganggang yang nampak seperti agar-agar penuh satu danau ini bahkan bisa terlihat dari luar angkasa. Fenomena macam ini terjadi berkat gabungan dari suhu hangat, pola sirkulasi air, dan asupan nitrogen yang lebih dari cukup.
            Meski terlihat menakjubkan, ganggang ini menimbulkan area mati karena mengikat oksigen dalam air. Beberapa spesies ganggang bahkan menghasilkan racun yang bisa menghancurkan hati manusia dan merusak sistem neuron. Sementara, bagi hewan laut yang terpapar ganggang ini, bisa menimbulkan kejang.
Ditegaskan oleh pakar ganggang, David Caron, dari University of Southern California (USC), Los Angeles, AS, ganggang yang beracun biasanya berwarna hijau-biru atau cyanobacteria. Racun yang dihasilkan disebut microcystins. "Racun ini sangat berbahaya bagi hati Anda," kata Caron, Selasa (23/4).
Dalam takaran yang cukup, racun ini menutup fungsi hati seseorang, menghentikan pernapasan, menghilangkan memori jangka pendek, dan akhirnya menimbulkan kejang.

Saturday, April 20, 2013

Makalah Potensi Dan Sumberdaya Kemaritiman


BAB I
PENDAHULUAN


1.        Latar Belakang

            Bidang kelautan yang didefinisikan sebagai sektor perikanan, pariwisata bahari, pertambangan laut, industri maritim, perhubungan laut, bangunan kelautan, dan jasa kelautan, merupakan andalan dalam menjawab tantangan dan peluang tersebut. Pernyataan tersebut didasari bahwa potensi sumberdaya kelautan yang besar yakni 75% wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah laut dan selama ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi keberhasilan pembangunan nasional. Sumbangan yang sangat berarti dari sumberdaya kelautan tersebut, antara lain berupa penyediaan bahan kebutuhan dasar, peningkatan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, perolehan devisa dan pembangunan daerah. Dengan potensi wilayah laut yang sangat luas dan sumberdaya alam serta sumberdaya manusia yang dimiliki Indonesia, kelautan sesungguhnya memiliki keunggulan komparatif, keunggulan kooperatif dan keunggulan kompetitif untuk menjadi sektor unggulan dalam kiprah pembangunan nasional dimasa depan.          

2.         Rumusan Masalah


1.      Bagaimana gambaran umum Indonesia dan Sulawesi?
2.      Apa saja potensi kemaritiman Indonesia?
3.      Apa saja potensi pembangunan kemaritiman menurut sektor kegiatan?

3.          Tujuan Penulisan  


1.      Untuk mengetahui gambaran umum Indonesia dan Sulawesi
2.      Untuk mengenal potensi kemaritiman Indonesia
3.      Untuk mengetahui potensi pembangunan kemaritiman menurut sektor kegiatan



BAB II

PEMBAHASAN



POTENSI DAN SUMBER DAYA KEMARITIMAN
BAGIAN I. GAMBARAN UMUM INDONESIA DAN SULAWESI

A.   Gambaran Umum Indonesia

1.      Letak Geografis Indonesia

Posisi Indonesia berada pada daerah tropis tepatnya dalam posisi silang antara dua buah benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia selain itu juga di apit oleh dua buah samudra, yaitu samudra Pasifik dan samudra Hindia. Indonesia sering kita sebut Nusantara, kata nusantara berasal dari kata nusaberarti pulau dan kata antara yang berarti di apit dua laut atau dua benua.

2.      Luas Wilayah Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, luas wilayah Indonesia yang ditambah dengan jalur laut 12 mil yaitu 5,8 juta km2 terdiri dari daratan 1,9 juta km2,luas wilayah laut 3,1 juta km2.

3.      Panjang Garis Pantai dan Jumlah Pulau

Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Canada dengan panjang garis pantai 95.181 km. Wilayah Indonesia terdiri dari 17.508 pulau dari jumlah tersebut baru 6.000 pulau yang mempunyai nama. Dari luas tersebut, Indonesia memiliki 13 pulau atau sekitar 97% pulau – pulau besar, seperti Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, Sumatra, Jawa, Madura, Halmahera, Seram, Sumbawa, Flores, Bali dan Lombok.

4.      Distribusi dan Pemetaan Potensi Sumberdaya Kemaritiman

Wilayah pesisir dan lautan Indonesia sebagai salah satu sumber daya alamnya yang telah dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sumber bahan makanan utama. Kekayaan hidrokarbon dan mineral lainnya yang terdapat di wilayah ini juga telah dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan ekonomi nasional. Selain menyediakan berbagai sumber daya tersebut, wilayah pesisir dan lautan Indonesia memiliki berbagai fungsi lain, seperti transportasi dan pelabuhan, kawasan industry, agribisnis dan agroindustri, rekreasi dan pariwisata, serta kawasan pemukiman.
Sumberdaya pesisir dan lautan ( sumberdaya kemaritiman Indonesia) yang tersebar diseluruh wilayah nusantara mulai dari wilayah laut teritorial, laut nusantara, maupun pada wilayah laut yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusif. Pada daerah ini telah dideteksi dan ditentukan melalui pemetaan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan.

B.   Gambaran Umum Sulawesi Selatan


1.      Letak Geografis Sulawesi Selatan

            Secara geografis Sulawesi Selatan terletak pada posisi 00 12o LS dan 1160 48 - 112  36’ BT dan diapit oleg tiga wilayah laut yaitu : Teluk Bone disebelah Timur, Laut Flores di sebelah Selatan dan Selat Makassar di sebelah barat dan berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Barat da Sulawesi Tengah sebelah utara dan Provinsi Sulawesi Tenggara sebelah timur.

2.      Luas Wilayah

            Provinsi Sulawesi Selatan Ibu kota Makassar, dengan luas wilayah daratan secara keseluruhan 45.574,48 km2, dengan panjang garis pantai sekitar 1.973,7 km merupakan salah satu provinsi di kawasan timur Indonesia yang mempunyai wilayah perairan pantai dan laut cukup luas.

3.      Panjang Garis Pantai

            Kondisi geografis Provinsi Sulawesi Selatan menggambarkan potensi sumberdaya alam yang kaya baik di darat maupun di laut. Panjang garis pantai sekitar 1.973,7 km, Pemda Sulawesi Selatan bertanggung jawab mengelola wilayah laut dan pesisir seluas kurang lebih 60.000 km2 di daerah ini juga dikenal gugusan kepulauan antara lain : Kepulauan Spermonde atau kepulauan Sangkarang, kepulauan Pangkep, dan Atol Takabonerate.

4.      Distribusi dan Pemetaan Potensi Sumberdaya Kemaritiman

                  Sulawesi Selatan jika ditinjau dari konteks pesisir maka luas sumber daya alami yang dimanfaatkan berupa kegiatan penangkapan ikan dan wisata. Wilayah pesisir Sulawesi selatan diketahui dihuni oleh 19 spesies mangrove dengancakupan vegetasi cukup luas yang pada tahun 1999 sekitar 26.911 ha (data informasi dinas kehutanan provinsi Sulsel 2002)


BAGIAN II. POTENSI KEMARITIMAN INDONESIA


A.    POTENSI PEMBANGUNAN EKONOMI KEMARITIMAN BERDASARKAN JENIS SUMBERDAYA ALAM

A.    Sumber daya dapat di pulihkan ( renewable resources)

1)      Potensi daya perikanan laut

Potensi sumber daya perikanan laut di Indonesia terdiri dari sumberdaya perikanan palagis besar ( 451.830 ton/tahun) dan pelagis kecil (2.423.000 ton/ tahun), sumberdaya perikanan 3.163.630 ton/ tahun,udang 100.720 ton/tahun, ikan karang 80.082 ton/tahun dan cumi – cumi 328.960 ton/tahun. Dengan demikian secara nasional potensi lestari ikan laut sebesar 6,7 juta ton/tahun dengantingkat pemanfaatan mencapai 48% ( Dirjen Perikanan 1995).

2)      Hutan Mangrove

Merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting diwilayah pesisir. Fungsi dan peran hutan Mangrove, yaitu: a) menyusunmekanisme antara komponen mangrove dengan ekosistem lain,pelindung pantai, dan pengendali banjir. b) penyerap bahan pencemar,sumber energi bagi biota laut. C) menjaga kesetabilan produktivitas danketersediaan sumberdaya hayati di perairan. d) sebagai sumber kayu kelas satu, bahan kertas dan arang.

3)      Padang Lamun dan rumput Laut

Padang lamun mempunyai fungsi: a) meredam ombak dan melindungi pantai. b) daerah asuhan larva. c) tempat makan. d) rumah tempat tinggal biota laut. e) wisata bahari.

4)      Terumbu Karang

Peran terumbu Karang, yaitu: a) pelindung pantai dari hempasan ombak dan arus kuat yang berasal dari laut. b) sebagai habitat tempat mencari makanan.

B.     Sumber daya yang tidak dapat di pulihkan (unrenewable resources)

1)      Bahan tambang dan mineral

Bahan tambang dan mineral yang terdapat di laut Indonesia yaitu: bahan bangunan, pasir

C.     Jasa-jasa lingkungan

Jasa-jasa lingkungan yang dimaksud meliputi fungsi kawasan pesisir dan lautan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata, media transportasi dan komunikasi, sumber energy , sarana pendidikan dan penelitian, pertahanan keamanan, penampungan limbah, pengatur iklim, kawasan lindung, dan sistem penunjang kehidupan serta fungsi fisiologis lainnya. sumber energy yang dapt dimanfaatkan antara lain.


D.    OTEC ( Ocean Thermal Energy Convention )


OTEC merupakan salah satu bentuk pengalihan energy yang tersimpan dari sifat fisik laut menjadi energy listrik. Suhu air laut akan menurun sesuai dengan bertambahnya kedalaman. Perbedaan suhu air di permukaan dengan suhu air di bagian dalam dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

1.      Energi dari gelombang laut

Gelombang laut sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif di hampir seluruh wilayah dan lautan dunia.

2.      Energi pasang surut

Pasang surut dapat dikonversi menjadi energi listrik , terutama pada daerah teluk yang memiliki amplitudo pasang surut 5 sampai 15 m.

II.   POTENSI PEMBANGUNAN EKONOMI KEMARITIMAN MENURUT SEKTOR KEGIATAN DAN BEBERAPA ILUSTRASI MANFAAT SUMBER DAYA KEMARITIMAN

1.      Perikanan tangkap
2.      Perikanan budidaya
3.      Industri pengolahan produk perikanan
4.      Industri bioteknologi
5.      Pariwisata bahari dan pantai
6.      Pertambangan dan energi
7.      Perhubungan laut
8.      Industri kapal , bangunan laut dan pantai
9.      Ekosistem pesisir dan laut
10.  Pulau-pulau kecil
11.  Benda-benda berharga.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sumberdaya Kelautan memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ekonomi nasional menyongsong abad 21, namun demikian pemanfaatannya harus dilaksanakan secara hati-hati agar tidak terjadi kerusakkan ekosistemnya seperti yang terjadi pada sumberdaya daratan , selama ini pembangunan yang memanfaatkan potensi sumberdaya kelautan tidak dilakukan oleh satu koordinasi lembaga negara tetapi dilakukan secara parsial oleh beberapa lembaga negara seperti departemen pertahanan, dalam negeri, luar negeri, perhubungan, energi, pariwisata, industri dan perdagangan, lingkungan hidup, kelautan dan Perikanan. Departemen tersebut hanya bertanggungjawab pada masing-masing sektor tersebut, dengan demikian menjadi agak rancu bila memahami tolok ukur pembangunan kelautan hanya dilihat dan kinerja perdepartemen seperti dalam hal ini Departemen Kelautan dan Perikanan.

B.     SARAN

            Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, Kami sangat mengaharapkan kritik dan sran dari dosen dan mahasiswa untuk perbaikan makalah ini. Dan semoga makalah ini bermanfaat untuk mengetahui daln menambah wawasan yang lebih luas untuk ke arah yan lebih baik.