Wednesday, December 31, 2014

Kreasi Indomie Goreng Sehat

Dokumentasi pribadi

     Siapa yang tidak kenal dengan Mie Goreng. Mau tua, muda, anak-anak pasti sangat suka dengan makanan instan yang satu ini. Kadang untuk menambah cita rasa, orang-orang  biasanya menambahkan toping seperti seafood, sayuran, dll. Namanya juga Mie instan, sebaiknya dikonsumsi jangan keseringan karna bahan kimia yang berbahaya pada mie instan jika terlalu sering dikonsumsi (akumulasi bahan kimia pada tubuh). Nah untuk itu perlu diantisipasi dengan kreasi-kreasi seperti yang sy sebutkan diatas. Hal tersebut bertujuan untuk  menambah nilai gizi. 
     Sy pernah buat kreasi Mie goreng instan dengan menambahkan sayuran seperti Kol, daun bawang, cumi tumis asam manis, bawang goreng. O iy tips sy kalau mamasak mie goreng, sebaiknya tambahkan bawang putih yang telah digeprek pada air rebusan untuk memasak mie. Sy percaya bahwa bawang putih punya zat anti kanker dan jg sebagai zat anti mikroba. Nah olahan yang tepat semua diserahkan pada diri anda sendiri. Terimakasih.

Bubur Ubi Ungu


                 Dokumentasi Pribadi

             Sama halnya dengan pembuatan Bubur Manado (Klik untuk melihat cara pembuatan), bubur ungu ini dibuat dengan menggunakan ubi ungu. Ubi jenis ini dapat ditemukan di Pasar-pasar tradisional. Rasanya sangat enak, manis dari ubi ungu, penampilannya juga menarik. Sebenarnya ini hanya coba-coba sj, sebenarnya saya ingin buat bubur manado, dengan menggunakan ubi yang berwarna putih ternyata saya baru sadar, kebetulan kaka bawa oleh" dari daerah Takalar, Sulsel yaitu ubi ungu ini. Akhirnya sy pakai jg si ubi ungu ini pengganti ubi biasa. Untuk sayuran dan lauknya tinggal disesuaikan saja dengan selera. 
Selamat mencoba....
            

Fermentasi Sayuran


Produk Akhir Fermentasi

            Meskipun asam laktat merupakan senyawa utama yang dihasilkan selama fermentasi, produk akhir metabolisme lainnya juga akan terbentuk. Yang terpenting adalah banyak dari produk ini berkontribusi terhadap seluruh komponen (bumbu) dalam asinan kubis (Sauerkraut). Terutama, produk akhir yang dihasilkan oleh Leuconostoc sp. dan bakteri asam laktat heterofermentatif  lainnya yang sangat penting dalam memberikan rasa sauerkraut (asinan kubis) yang baik. Sauerkraut (asinan kubis) yang telah difermentasi mengandung  sebanyak 0,3% asam asetat dan 0,5% etanol. Selain itu, bakteri itu juga dapat mensintesis sejumlah kecil diasetil, asetaldehida, dan senyawa lainnya. Akhirnya, CO2 yang terakumulasi selama tahap awal dari fermentasi akan memberikan karbonasi pada makanan dan memperkuat cita rasa.


Gambar 7-3. Pembentukan manitol oleh Leuconostoc . Fosforilasi  glukosa dan fruktosa dalam metabolisme pada jalur  heterofermentatif (yaitu, Phosphoketolase). Reaksi yang membentuk asam laktat (dari gliseraldehida-3-p) tidak ditampilkan. Hanya enzim yang berkaitan dalam proses ini yang ditampilkan; enzim-enzim untuk reaksi lainnya akan diberikan dalam Bab 2. P = Fosfat. Disadur dari Salou et al., 1994 Appl. Environ. Microbiol. 60: 1459-1466.
            Manitol merupakan produk akhir lainnya yang terakumulasi selama fermentasi pada Sauerkraut (asinan kubis). Hal ini terbentuk dari heterofermentative fruktosa oleh leuconostocs dan lactobacilli melalui enzim yang tergantung pada NADH, dehidrogenase manitol. Seperti ditunjukkan pada Gambar 7-3, regenerasi NAD di jalur heterofermentative biasanya terjadi dua kali, pertama saat asetil CoA direduksi menjadi asetaldehida dan kemudian ketika asetaldehida direduksi menjadi etanol. Namun fruktosa, bila tersedia dengan jumlah yang  berlebihan, dapat berfungsi sebagai akseptor elektron alternatif. Hal ini memungkinkan sel untuk menggunakan asetil fosfat sebagai donor kelompok fosforil dalam asetat yang menghasilkan reaksi yang dikatalisis oleh kinase asetat. Akibatnya, satu molekul tambahan ATP disintesis berdasarkan tingkatan fosforilasi substrat.
            Lebih dari 100 mM manitol dapat terbentuk dalam proses fermentasi sauerkraut dari jalur ini (dengan jumlah ATP yang sebanding  dibuat untuk sel). Akhirnya, beberapa manitol ini dapat digunakan oleh Lactobacilli yang muncul pada proses fermentasi. Meskipun sebagian besar dari manitol yang diproduksi secara langsung berasal dari fruktosa, munculnya manitol bahkan ketika fruktosa telah habis menunjukkan bahwa beberapa mungkin terbentuk secara tidak langsung dari glukosa (berikut konversi menjadi fruktosa melalui glukosa isomerase).

Pengemasan dan pengolahan

            Di Amerika Serikat, produk komersial biasanya diproses secara termal (suhu yang tinggi), seperti makanan yang tinggi asam pada suhu sekitar 75 ° C, sebelum dikemas dalam kaleng atau botol. Produk komersil tersebut pada dasarnya steril dan stabil pada suhu kamar. Ada pula pengemasan secara non-dipasteurisasi (tidak dipasteurisasi), yaitu sauerkraut (asinan kubis) yang didinginkan dan dikemas dalam stoples kaca atau disegel dalam kantong plastik (polybag). Produk ini juga memiliki masa kadaluarsa yang lama, tetapi harus ditambahkan zat antimikotik, seperti benzoat dan garam sulfit, produk ini selanjutnya disimpan dalam kondisi suhu yang dingin.