Sunday, November 12, 2017

Olahan kelor anti mainstream

Moringa oleifera: wikimedia.org
Terlepas dari kesan horor yang melekat dimasyarakat Indonesia, kelor ternyata memiliki segudang manfaat. Nutrisi yang terkandung di dalamnya mengalahkan kadar kalsium pada susu, vit.A pada wortel, dll. Memang, tidak sedikit dikalangan masyarakat telah menjadikan tanaman satu ini sebagai salah satu bahan baku dalam menu andalan keluarga. Selain karena rasanya yang khas, tanaman ini juga sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar. 


Olahan kelor yang paling sering kita temukan yaitu dibuat dalam olahan sayur bening dan santan. Pernahkah kalian berpikir untuk mengolah tanaman ini menjadi sesuatu yang beda/anti mainstream mengingat kandungan nutrisi dalam kelor sangat besar ? bahkan kelor disebut sebagai super food. Sayang kan kalau olahannya hanya itu-itu saja.
 
Jadi, berikut ini disajikan beberapa inspirasi olahan kelor anti mainstream menurut artikel bermanfaat.com 

Baca juga: Manfaat daun kelor

1.Nasi Goreng Kelor

Cara  buatnya gampang, siapkan saja daun kelor bersih dan telah dipisahkan dengan tangkainya serta bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan nasi goreng. Daun kelornya bisa kalian cincang kasar atau diblender. Sekedar tips, sebaiknya masak bumbu halus terlebih dahulu sampai cukup matang kemudian tambahkan kelor yang sudah bersih, aduk dan jangan biarkan overcook (terlalu matang) karena perjalanan kelor masih panjang (nasinya belum dimasukkan) :D dan akan mengurangi citarasa serta nutrisinya.
Nasi goreng via pixabay

2.Telur dadar kelor

Cara buatnya seperti cara pembuatan omelet pada umumnya. Cincang kasar daun kelor yang telah dibersihkan ditambah bawang merah, bawang putih, lada, cabe merah, dan bumbu bumbu lainnya sesuai dengan selera kalian.  Klik gambar untuk melihat resep lengkapnya
https://cookpad.com/id/resep/474152-telur-dadar-daun-kelor
Telur dadar kelor Via Cookpad
 

3. Kelor bumbu urap

Kalian bisa mencampurnya dengan sayuran lain atau hanya kelor saja. Untuk bumbu urapnya kalian bisa pakai resep secara umum. Ini ada satu pilihan resep urap sayur yang mudah. Klik gambar untuk melihat resep lengkapnya.
Urap sayur via Cookpad

4. Bakwan daun kelor

Klik link berikut untuk melihat resep lengkapnya. Resep bakwan daun kelor
Foto by Ika via cookpad
Foto by Ika via cookpad


Kelihatan enak ya.

5.Pepes Ikan Daun Kelor

Kalian bisa menggunakan berbagai jenis ikan. Contohnya resep pepes ikan nila daun kelor ini.
Foto by




Selain ikan, kalian bisa menggunakan tahu yang murah meriah, resep lengkapnya dapat dilihat pada link berikut ini. Resep tahu kelor kukus





6. Barongko pisang dan kelor

Foto by via cookpad




Penasaran sama rasanya? Resep lengkapnya dapat dilihat pada link berikut Resep barongko pisang dan kelor

7. Puding daun kelor

Foto by




 
Kalian bebes berimprovisasi dengan pudingnya ya.. Resep lengkapnya dapat dilihat pada link ini Resep puding daun kelor

8. Biskuit kelor

Resep satu ini yang perlu kalian siapkan yaitu bubuk kelor. Alasanya karena biskuit merupakan makanan kering dan dapat bertahan lama, jadi pemilihan bahan-bahanya pun harus tepat misalnya penggunaaan bubuk kelor. Berikut resep lengkapnya https://cookpad.com/id/resep/2229626-biskuit-kelor.
Foto by




Baca juga: Resep simple bubur manado
 
Kalian bisa menggunakan kelor segar jika ingin membuat kue basah misalnya kue bolu dan lainnya.

Menarik bukan ? Itulah tadi beberapa olahan kelor anti mainstream. Sebenarnya masih banyak olahan kelor yang bisa kalian coba di rumah. Intinya jangan bosan-bosa berkreasi. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.







Sunday, October 22, 2017

Mahasiswa Sejati dan Introvert



             Saat anak-anak lain sibuk dengan hobinya yang menyenangkan, sibuk dengan hangout bareng teman/sahabat sampai larut malam, sibuk dengan sosial media dalam gadget super mahal yang mereka miliki, Dia hanya bisa bergelut dengan dunianya sendiri, dunia yang penuh dengan berbagai “kegilaan” yang jika orang lain mencoba masuk, bisa saja orang itu menjadi “tidak normal”. Bagaimana tidak, tugas yang menumpuk dari dosen dan asisten yang saling mengejar memperebutkan garis finish yang memakan banyak waktu dan “memangkas” waktu istirahat sehingga membuat aktivitas sehari-harinya menjadi “tidak normal”. Coba bayangkan kalau makanan sehat sempura versi orang ini adalah setumpuk lembaran kertas A4 atau double folio bergaris yang penuh dengan tulisan hitam dan sedikit gambar berwarna yang mungkin tidak jelas bagi kebanyakan orang. Hanya untuk memenuhi kewajibanya sebagai seorang yang “gila” ilmu dan untuk mendapatkan tanda “ACC” sebagai bukti nyata Dia telah memuaskan hasrat Asistenya. Terdengar kasar, beginilah fakta yang terjadi dizaman sekarang.
Alone via flickr.com

            Omongan orang tentang betapa anehnya kehidupannya (red: mahasiswa), tidak pernah berhenti terucap. Hanya beberapa kata sederhana yang mampu diucapkan untuk membalas omongan orang sementara waktu “beginilah mahasiswa”. Seolah-olah mahasiswa yang sesungguhnya adalah mahasiswa yang rela mengurangi waktu tidurnya, merelakan waktu liburnya untuk menyelesaikan tugas, dan sabar melihat wajahnya yang semakin kusam dengan lingkaran hitam dan sedikit kantung mata dimatanya. Semuanya dilakukan demi menuntut ilmu untuk masa depan. Ah masa depan? Apakah masa depan itu berkaitan dengan pertanyaan mau jadi apa dan kerjaaan apa nantinya setelah lulus kuliah?. Entahlah, dia hanya bisa memikirkan bagaimana ilmu perkuliahan dari pilihan hatinya ini bisa bermanfaat untuk orang lain, bisa digunakan oleh masyarakat. Tidak peduli dia akan jadi apa. Sudahlah, semua hanya masalah prinsip.
            Terdengar begitu mudah dia menjalaninya. Tidak! Semua hanya karena proses yang menuntutnya untuk sabar dan bekerja keras. Sabar untuk bertahan selama 4 tahun masa perkuliahan normal dan sabar menggeser posisisnya dimasyarakat menjadi orang yang “tertutup”. Demi apa? ya demi tercapai semua keinginanya. Tertutup dari keramaian dan bergelut dengan dunianya sendiri. “Dasar introvert” panggilan itu kayaknya khusus untuk orang-orang yang tertutup dari dunianya.
         Introvert merupakan kondisi dimana orang lain hanya memikirkan dirinya sendiri dan cenderung untuk jadi anti sosial. Menurut saya, orang seperti ini tidak selamanya akan menjadi introvert. Kenapa? ingat “manusia adalah makhluk sosial” dalam ajaran apapun hal itu sudah mutlak terjadi “Hablum minannas”. Tidak mungkin seorang introvert akan bisa hidup sampai sekarang kalau tidak ada interaksi sosial, bukan begitu?. Satu lagi, bukankah seorang introvert tidak peduli dengan sekitarnya tetapi mereka biasanya belum siap untuk bisa berperan aktif seperti orang-orang lain, bukankah mereka tertutup yang menjadi langkah awal mereka untuk mempersiapkan diri menjadi lebih baik ?. Jangan pernah bilang orang introvert itu bodoh. Kebanyakan mereka pandai dan cerdas untuk mengambil langkah dan berpikir secara matang sebab dan akibat tindakan yang dilakukan. Kenapa? karena mereka pengamat ulung. Banyak orang yang mengaku dirinya introvert atau bisa dikatakan tertutup juga memiliki banyak hal lain, hobi lain, dan punya banyak teman selain harus berada di “kurunganya”!. Ini hanya kebiasaan mereka saja, bagi mereka berada di tempal tinggalnya membuat mereka bisa nyaman untuk bisa melakukan hobinya. “ibarat burung dalam sangkar, jika sewaktu-waktu dilepas tak tahu mau kemana” ya ibaratnya seperti itu. 
flickr.com 

            Tidak sedikit mahasiswa yang tiba-tiba saja menjadi introvert. Dunia kampus menuntuk penghuningya untuk bisa memangkas waktu menjadi seorang ekstrovert (lawan dari introvert). Tugas, presentasi, final dll. Pemikiran seperti ini merupakan pemikiran seorang mahasiswa yang kejar target. Empat tahun perkuliahan, harus diselesaikan dengan baik. Bagaimana dengan ekstrakulikuler? bagi sebagian orang, ekstrakulikuler menjadi hal lain yang perlu dilakukan dalam dunia perkuliahan. Bagi yang gila belajar, kegiatan seperti itu hanya seperti tempat meluapkan emosi saja, ya  tempat menyalurkan hobi bukan?. Adapun orang yang menomor duakan akademis, akan menjadi terpenjarakan oleh kegiatan itu, seperti rumah kedua baginya. Ingat tujuan saat kita memasuki dunia kampus. Seorang mahasiswa sejati adalah mereka yang benar-benar memilih jalanya sesuai dengan tujuan awal mereka masuk. Mereka punya target apa yang dilakukan selanjutnya, entah memilih menjadi seorang yang introvert atau menjadi ekstovert.