Friday, August 19, 2016

Virgin Coconut Oil (VCO) Facial Foam



Virgin Coconut Oil (VCO) Facial Foam
VCO Facial Foam, produk sabun pencuci wajah dengan kebaikan minyak vco yang diperoleh dari kelapa asli tanpa pemanasan sehingga menjaga nutrisi didalamnya yang sejak dulu dipercaya sebagai minyak kecantikan. Sabun dengan pH normal cocok untuk segala jenis kulit. Manfaat dari vco facial foam yaitu:
 

    1. Membantu membersihkan sel-sel kulit mati.

  2. Kebaikan nutrisi minyak vco dapat melembabkan dan mengecilkan pori-pori kulit wajah.

  3. Kandungan Asam laurat yang tinggi dalam vco dapat berfungsi sebagai antibakteri sehingga dapat mencegah dan mengurangi timbulnya jerawat.

   4. Vitamin yang terdapat dalam vco dapat menutrisi kulit sehingga kulit tampak cerah dan dapat membersihkan flek-flek  pada wajah.

   5. Busa yang lembut dan kebaikan minyak vco mampu membantu menghaluskan wajah dan tidak menyebabkan kulit kering dan iritasi.


Saatnya beralih pada produk lokal yang memanfaatkan sumber daya alam lokal. Bahan-bahan yang digunakan dijamin halal dan aman karena menggunakan bahan alami yaitu minyak kelapa murni.

Ayo pesan sekarang dan temukan manfaatnya....

“Tersedia juga minyak  vco kemasan 100 ml”
Minyak vco (virgin coconut oil)

Makassar/Sulawesi Selatan : Fuad (085756761069)/fb: Fuad Gani
Luwuk/Sulawesi Tengah: Abdi (085342720035)/email: abdikhalikdj@gmai.com

Thursday, August 18, 2016

Beragam Manfaat Virgin Coconut Oil (VCO) Untuk Kesehatan Kulit



 
www.flickr.com (by Phú Thịnh Co)

 

Apa itu Virgin coconut oil (VCO) ?

Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak kelapa hasil ekstraksi tanpa menggunakan panas yang menyebabkan perubahan komposisi ataupun karakteristik minyak. 

Apa yang terkandung di dalam VCO ?

VCO atau minyak kelapa murni mengandung asam lemak rantai sedang yang mudah dicerna dan dioksidasi oleh tubuh sehingga mencegah penimbunan di dalam tubuh. Di samping itu ternyata kandungan antioksidan di dalam VCO pun sangat tinggi seperti tokoferol da betakaroten. Antioksidan ini berfungsi untuk mencegah penuaan dini dan menjaga vitalitas tubuh (Setiaji dan Prayugo, 2006). 

Apa khasiat lain VCO bagi kecantikan khususnya bagi kulit ?

Selain sebagai obat herbal untuk pencegahan pencakit dari dalam tubuh minyak VCO dapat bermanfaat bagi kecantikan. Di antaranya untuk mengobati jerawat. Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa diduga kuat efektif mengurangi peradangan dan melawan bakteri. Oleh karena itu, laurat dapat menjadi alternatif untuk antibiotik bagi kulit berjerawat. Efek antibakterinya diduga sangat berguna untuk melawan penyebaran bakteri penyebab jerawat, selain itu efek antifunginya mampu menghilangkan gangguan kulit yang disebabkan oleh jamur.

Asam laurat dalam minyak kelapa juga berfungsi sebagai pelembab. Syukur (2004) dan Purwati (2010) menyatakan vco kaya akan protein, enzim dan omega. vco ini mengandung asam laurat 51%, kaprilat 8.9%, kaprat 7% disamping itu juga mengandung omega 3 (4%), 6 dan 9 serta vitamin A, D, E,K dan tiga jenis phytohormon dalam jumlah yang cukup tinggi. vco merupakan minyak kelapa yang memiliki kandungan vitamin E yang tinggi, selain itu minyak kelapa memiliki susunan molekul yang kecil sehingga mudah diserap serta memberikan tekstur yang lembut dan halus pada kulit. Beberapa ulasan lainya yang dilansir dari vicobagoes.com, vco efektif untuk mencerahkan kulit wajah dan menghilangkan flek-flek hitam di wajah. 

Apa yang membedakan minyak vco dengan minyak lainya ?

Minyak vco merupakan minyak yang berbau khas kelapa dan berwarna bening, tidak seperti minyak kelapa yang digunakan untuk menggoreng yang cenderung berwarna kuning keemasan. Kandungan asam lemak jenuh dan berantai sedang dapat ditemukan dalam minyak vco. Jenis asam lemak yang paling banyak yaitu asam laurat berkisar 43-53%. Selain itu  vco juga mudah diaplikasikan diberbagai produk kecantikan, seperti untuk masker wajah, campuran lulur, pelembab bibir, serta sebagai minyak rambut. Saat ini banyak produk kecantikan yang menggunakan minyak vco ini, salah satunya adalah facial foam yang berbahan dasar vco. Produk vco facial foam terbukti mampu menjaga kesehatan kulit wajah dan  mengatasi masalah kulit diwajah. Banyak orang yang telah beralih ke produk alami ini karena penggunaanya yang mudah dan nyaman dipakai. Efek yang dirasakan sangat cepat pada pemakaian pertama kali.  

Jadi, tidak salah jika sekarang kita beralih ke produk herbal minyak vco yang sejak dulu terbukti memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan dan kecantikan.


Referensi:

Setiaji, B dan Surip Prayugo, 2006, Membuat VCO Berkualitas  Tinggi, Penebar Swadana, Jakarta.
Syukur, S. 2004. Bioteknologi Virgin Coconut Oil, peningkatan kesehatan total dan penegntasan kemiskinan masyarakat pedesaan. Seminar dan Workshop Terpadu Lembga Pengabdian Masyarakat Unand, Padang, 14-15 Nov, Hal 1-15.

Purwati, E. 2010. Molecular Characterization of Lactic Acid Bacteria Isolated From Blondo (Waste of Virgin Coconut Oil) Biscuit Which Potential to Prevent Pathogen. Presentation of 2nd International Conference on Chemical, Biological and Environmental Engineering (ICBEE 2010). Egypt, Kairo.

Http://vicobagoes.com/manfaat-vco-yang-luar-biasabagi-kesehatan-dan-kecantikan/

Monday, August 1, 2016

Pengalaman Sembuh dari Jerawat Membandel (1)




Wajah sehat via pixabay.com
Saya pernah membahas di artikel kesehatan sebelumnya tentang Cara merawat wajah bagi pria.  Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya dalam berjuang melawan jerawat. Agak terkesan dramatis tapi begitulah kenyataanya. Saya sempat frustasi mengetahui wajah saya sensitif dan saya tidak bisa sembarangan memakai produk facial foam, jerawat membandel datang dan pergi lalu datang lagi. Kurang lebih 5 tahun saya berusaha melawan jerawat mulai dari mengenyam di bangku di SMA sampai masuk di dunia perkuliahan. Saya akan menceritakan kronologis kenapa wajah saya bisa sangat sensitif (curhat...). 
 
Sejak SMP saya sudah mulai menggunakan produk facial foam yaitu “ponds” yang kemasanya berwarna pink yang katanya dapat mencerahkan wajah selain itu produk tersebut khusus untuk kulit normal. Selama dibangku SMP saya menggunakan produk tersebut, alhamdulillah tidak ada masalah wajah yang bermunculan karena toh cocok dengan wajah saya. Selain itu saya juga menggunakan salah satu varian produknya yang berupa cream (hehehe..tidak salah kan demi mendapatkan kulit cerah). Masa SMP masih jamanya wajah cabi, bersih (polos) dan cenderung normal, saat itu saya belum banyak tahu tentang masalah kulit, yang saya tahu adalah bagimana untuk dapat wajah putih bersinar (heheh..). Kata teman saya sih waktu itu wajah saya tampak berbeda.

Nah memasuki dunia SMA, saya sangat gegabah dengan mulai memilih produk facial foam khusus untuk pria (sesuai dengan jenis kelamin..hehehe), maklum masa coba-coba, saya terlalu tergoda dengan iklan. Saat itu produk tsb yang sedang booming (saya lupa mereknya, intinya ada katan “man” dibelakangnya). Keinginan untuk dapat kulit sehat malah berubah semenjak jerawat mulai bermunculan. Saat itu belum terlalu panik karena menganggap hal itu biasa, tetapi lama kelamaan sudah menjadi derita bagi saya. Karena terlalu panik saya beralih ke produk lain. Saya mencoba clean n clear (sabunya bentuk gel) dan garnier (yang kemasan kuning itu), kalau tidak salah produk tsb khusus kulit berminyak (karena wajah saya saat itu berubah menjadi kulit berminyak). Sebenarnya saya kurang puas dengan hasil akhirnya (saya cukup lama bertahan memakai produk ini). Kalau boleh jujur saya sangat frustasi semenjak SMA, saat itu semua orang sudah banyak yang memperhatikan penampilan. Dengan keadaan tsb saya cenderung menjauh dari keramaian (malu) karena wajah saya. Berbaga macam hal saya lakukan dengan mencari seputar tips di Internet (saya jadi rajin ke Warnet) namun belum ada hasil yang maksimal.

Thursday, July 28, 2016

Korelasi hubungan antara panjang dan berat



BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
                Manusia hidup tidaklah secara permanen, melainkan terus berubah-ubah. Mulai dari pembuahan, menjadi janin, bayi, lahir, dewasa, dan akhirnya mati. Saat bayi lahir, belum memiliki kemampuan apapun kecuali menangis. Dengan cara berinteraksi secara terus-menerus dengan lingkungan sekitar, bayi akan lebih menyempurnakan diri, hingga bayi tersebut mengalami perubahan fisik sampai menjadi lebih seimbang. Seiring berjalannya waktu, bayi tersebut terus mengalami perubahan. Perilaku dan keterampilannya juga semakin berkembang. Bayi tersebut mulai bisa melakukan hal-hal tertentu, seperti membalikan badan, duduk, merangkak, berdiri dan akhirnya bisa berjalan dan berlari (Waphalim, 2012).
            Setiap organisme dialam akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan meliputi 3 proses yaitu morfognesis, diferensiasi dan pertumbuhan, sedangkan pertumbuhan itu sendiri merupakan peningkatan ukuran organisme sebagai akibat dari pertambahan (pembelahan) jumlah sel, volume, ukuran dan banyaknya matriks intraselluler selnya. Akibat dari pertumbuhan adalah terjadinya pertambahan panjang, lebar diameter dan dengan secara pasti akan diikuti pertambahan berat orgnisme (Umar, 2013).
            Dengan adanya percobaan ini, akan dibuktikan apakah ada hubungan antara pertumbuhan dan perkembangan, khususnya pada biji rambutan Nephelium lappaceum L.


I.2 Tujuan Percobaan
            Tujuan dari percobaan ini yaitu:
a.         Untuk mengetahui apakah ada hubungan korelasi antara anjang dengan penambahan berat dari suatu sampel yang diukur.
b.         Mengenalkan dan melatih mahasiswa dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan parameter fisik dalam lingkungan.

I.3 Waktu Percobaan
            Percobaan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Maret 2013, Pada pukul 14.30-17.00 WITA, Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya Psikologi Perkembangan (1980), mengartikan Perkembangan adalah serangkaiaan perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), ini berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya Pertumbuhan sendiri (growth) berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah, ukuran, dan arti pentingnya. Pertumbuhan juga dapat berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development) (Waphalim,2012).
            Biomassa tanaman merupakan ukuran yang paling sering digunakan untuk menggambarkan dan mempelajari pertumbuhan tanaman. Ini didasarkan atas kenyataan bahwa taksiran biomassa (berat) tanaman relatif mudah diukur dan merupakan integrasi dari hampir semua peristiwa yang dialami tanaman sebelumnya. Tinggi tanaman merupakan ukuran tanaman yang sering diamati baik sebagai indicator pertumbuhan maupun parameter yang digunakan untuk mengukur pengaruh lingkungan atas perlakuan yang diterapkan (Sitompul dan Guritno,1995).
            Sebagai contoh proses yang terjadi pada sebuah tanaman buah tanaman buah dari bibit pohon yang kecil menjadi besar dengan pohon rindang, daun lebat, dan daun yang ranum. Dalam proses tersebut menunjukkan kedua proses pertumbuhan dan perkembangan. Karena dalam pertumbuhan tinggi dan bertambahnya volume pohon, terdapat juga proses perkembangan yaitu berupa perubahan sel-sel didalam pohoon menuju tahap lebih dewasa sehingga akhirnya mampu menghasilkan buah. Jadi perbedaan pertumbuhan dan perkembangan terletak pada proses yang dialami oleh makhluk hidup tersebut dan proses antara pertumbuhan dengan perkembangan berjalan secara beriringan dan tidak terpisahkan satu sama lain. Sehingga pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif sedangkan perkembangan dapat diukur dengan cara kualitatif (Anonim, 2012).
            Pertumbuhan berfungsi sebagai tombol yang mengendalikan tingkat sintesis substrat menjadi biomassa tanaman. Apabila efesiensi “konversi substrat” (pertumbuhan) rendah, maka produk biomassa tanaman akan sedikit dan akhirnya hasil tanaman akan rendah. Pembentukan awal organ-organ ini dengan demikian tergantung kepada cadangan karbohidrat dan unsur hara dalam biji serta efesiensi metabolism. Tanaman kemudian tumbuh dan berkembang mengikuti program ontogeny dimana aktivitas dari proses-proses yang mendukung pertumbuhan disinkronisasi sedemikian rupa dengan membentuk biomassa tanaman maksimal sesuai dengan kondisi lingkungan (Sitompul dan Guritno, 1995).
            Pada dasarnya pertumbuhan manusia itu berbeda satu dengan yang lainnya karena mereka memiliki perbedaan genetik dan asupan dari masing-masing manusia. Sehingga bisa dikatakan bahwa faktor dari pertumbuhan manusia itu sendiri merupakan hal penting dalam perkembangan manusia (Waphalim, 2012) Faktor-faktornya adalah :
1. Faktor Genetik (Keturunan)
            Faktor ini merupakan factor utama yang dimiliki oleh seorang manusia dalam awal pertumbuhannya. Faktor ini sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhannya dari bayi sampai dewasa. Biasanya factor genetik ini susah untuk diubah, karena sudah terbentuk dan melekat pada si manusia sejak mereka lahir. Dan sekalipun bisa diubah itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengubahnya. Contoh faktor-faktor genetik manusia ; postur tubuh, warna rambut, warna kulit, sifat, tempramen dan lain-lain.
2. Faktor Asupan
            Faktor ini juga mempengaruhi dalam proses pertumbuhan manusia. Dengan pemberian asupan seperti makanan, vitamin, buah-buahah, sayuran,dll secara teratur dalam proses pertumbuhannya maka akan terbentuklah manusia yang sehat, baik sehat fisik dan sehat psikis. Asupan juga berpengaruh dengan cara berfikir, pertumbuhan badan, dan lain-lain.
3. Faktor Lingkungan
            Setelah kedua faktor diatas telah dilewati segeralah anda mengetahui factor yang satu ini, factor lingkungan merupakan cara pembelajaran para manusia dalam pembangunan karakter secara alamiah dengan kata lain proses belajarnya secara otomatis. Maka dengan itu lingkungan berpengaruh dalam pembangunan sifat dan karakter mereka. Perkembangan anak tidak berlangsung secara makanis-otomatis sebab perkembangan terjadi sangat bergantung pada beberapa faktor secara simultan (Waphalim, 2012) Faktor tersebut antara lain :
1. Faktor hereditas (warisan sejak lahir/ bawaan)
            Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orangtua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewarisan dari pihak orangtua melalui gen-gen.
2. Faktor lingkungan
            Urie Bronfrenbrenner & Ann Crouter mengemukakan bahwa lingkungan perkembangan merupakan “berbagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar organism yang diduga mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perkembangan individu”.
            Suatu koefesien korelasi adalah sebuah angka yang menyatakan sampai seberapa jauh dua hal berhubungan dan seberapa jauh variasi-variasi dalam sebuah pengukuran searah dengan variasi-variasi lain. Agar setiap korelasi berarti, setiap variabel dalam pasangan harus mengikuti sebuah distribusi normal. Sebagai contoh, koefesien korelasi yang dihitung dari berta ikan muda dan sangat tua akan tidak berlaku. Sementara itu adalah benar bahwa umur dan berat ikan memiliki hubungan kuat, ikan meningkat dlam berat saat dia tumbuh, dalam contoh ini umur ikan tidak akan mengikuti sebuah disrtibusi normaljika hanya ekstrim-ekstrim yang dipertimbangkan. Hal itu harus diingat bahwa koefesien korelasi semata-mata menunjukkan keberadaan dan ketidakberadaan sebuah hubungan, apakah positif atau negative, antara dua variabel (Michael, 1999).
            Dalam suatu penelitian, sampel yang dikumpulkan harus data yang benar, dan cara pengumpulan (sampling) data tersebut harus dilakukan dengan benar dan mengikuti metode dan tata cara yang benar sehingga kesimpulan hasil penelitian yang dapat dipercaya. Prosedur pengambilan sampel yang menghasilkan kesimpulan terhadap populasi yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dikatakan berbias. Untuk menghilangkan kemungkinan bias ini maka sampel harus diambil berdasarkan  prosedur khusus khusus (Spesific procedures) (Soewarno, 1991).

Laporan lengkapnya dapat diunduh disini

Wednesday, July 27, 2016

Kelembaban Relatif Udara Pada Tempat Yang Berbeda



BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
             Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan dan selalu berubah dari waktu ke waktu. Komponen yang konsentrasinya paling bervariasi adalah air yang berupa uap air. Jumlah air yang terdapat di udara bervariasi tergantung dari cuaca dan suhu. Udara dalam istilah meteorologi disebut juga atmosfir yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan di dunia ini. Atmosfir merupakan campuran gas-gas yang tidak bereaksi satu dengan lainnya (innert). atmosfir terdiri dari selapis campuran gas-gas, sehingga sering tidak tertangkap oleh indera manusia kecuali apabila berbentuk cairan (uap air) dan padatan (awan dan debu). Lapisan atmosfir mempunyai ketinggian sekitar 110 km dari permukaan tanah dan bagian terbesar berada di bawah ketinggian 25 km, karena tertahan oleh gaya gravitasi bumi (Anonim, 2011).
            Kelembaban merupakan salah satu kaktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap aktivitas organisme di alam. kelembaban merupakan jumlah uap air di udara, sedangkan  kelembaban mutlak adalah sejumlah uap air dalam udara yang dinyatakan sebagai berat air persatuan udara (misanya gram per kilogram udara). Jumlah uap air yang tersimpan di udara (pada kejenuhan) dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan, sehingga kelembaban nisbi adalah persentase uap air yang sebenarnya ada dibandingkan dengan kejenuhan dibawah
temperatur dan tekanan tertentu (Umar, 2013).
I.2 Tujuan Percobaan
            Tujuan dari percobaan ini ialah:
a.       Untuk mengetahui perbedaan kekembaban relatif udara pada tempat/ lokasi yang berbeda dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
b.      Untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam membaca dan mengoperasikan peralatan sederhana dalam mengukur kelembaban udara relatif.

I.3 Waktu dan Tempat Percobaan
            Percobaan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 4 April 2013, Pada pukul 14.30-17.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin.















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
                Kelembaban udara ditentukan oleh jumlah uap air yang terkandung di dalam udara. Di dalam atmosfer terdapat H2O dalam bentuk uap atau gas, cairan atau air dan salju atau es dalam bentuk padat. Banyaknya uap air yang dikandung udara tidak sama di berbagai tempat. Setiap saat ada uap air yang masuk dan dilepas oleh atmosfer (Anonim, 2011).
            Komponen yang paling banyak di dalam udara adalah oksigen, nitrogen, dan uap air. Oksigen dan nitrogen tidak mempengaruhi kelembaban udara, sedangkan kandungan uap air sangat berpengaruh terhadap kelembaban udara. Udara yang kurang mengandung uap air dikatakan udara kering, sedangkan udara yang mengandung banyak uap air dikatakan udara lembab (Hasibuan, 2005).
            Kelembaban merupakan salah satu faktor ekologis yang mempengaruhi aktivitas organisme seperti penyebaran, keragaman harian, keragaman harian, keragaman vertical dan horizontal. Tinggi rendahnya kelembaban udara di suatu tempat sangat bergantung pada beberapa faktor sebagai berikut yaitu (Umar, 2013):
a. Suhu
b. Tekanan Udara
c. Pergerakan angin
d. Kuantitas dan Kualitas Penyinaran
e. vegetasi
f. Ketersediaan air disuatu tempat (air tanah, perairan).

Laporan lengkapnya dapat diunduh disini