Tuesday, July 26, 2016

Sebuah Kisah Tentang Arti Perjuangan

"Sebenarnya kisah ini sudah lama terjadi, tepatnya di awal tahun 2016 kemarin. Sebuah perjuangan yang jika dilihat belum ada apa-apanya, namun memiliki hikmah pelajaran yang bisa didapatkan"

     Siang itu keadaan di dalam rumah begitu panas, maklum saja beberapa hari ini cuaca di Kota Makassar masih saja tidak menentu, kadang-kadang hujan, kadang-kadang panas. Jika cuaca panasnya datang, masya Allah betapa panasnya jika berada di dalam ruangan sehingga hari itu saya memutuskan untuk duduk di depan pintu rumah saja sambil memperhatikan lalu lalang kendaraan yang lewat sambil sesekali melihat notifikasi sosmed di Smartphone saya. Buku yang berjudul “Dari gerobak jadi alphard” yang menjadi buku bacaan saya hingga hari yang panas ini masih berada dalam pangkuan dari saat pembelianya beberapa hari kemarin. Buku itu sudah menjadi buku bacaan kedua saya tentang perjuangan seseorang dalam mencari jati diri dan bagaimana perjuangan mereka dalam menghadapi kerasnya alam semesta ini. Akhir-akhir ini semangat saya kian menurun dan motivasi saya untuk rencana kedepan mulai pudar selepas seminar hasil penelitian dan disibukkan dengan revisi skripsi dari dosen penguji serta kesibukkan dalam persiapan ujian sidang. Saya ingin membakar semangat saya lagi seperti cuaca saat itu yang lagi bergejolak serta mengukir kembali motivasi saya untuk melakukan berbagai hal kedepanya seperti dalam buku “Melampaui mimpi”. Mungkin, ah....bukan tetapi pasti dengan membaca beberapa kisah pejuangan orang, saya akan banyak mengambil pelajaran dari mereka yang tidak pernah berkata “mungkin” tetapi “pasti” dalam kamus mereka.
 
       Beberapa hari ini saya masih kurang motivasi untuk melangkah maju. “Setelah ujian sidang mau kemana? kalau sudah wisuda mau kemana? mau lanjut studi atau langsung kerja? mau merantau kemana nanti?”. Banyak pertanyaan muncul dikepala saya dan saya belum mampu menjawabnya. Kalau biasanya saya menuliskan target apa selanjutnya yang akan saya lakukan selanjutnya dalam buku catatan kecil, tetapi saat ini buku cataan saya hampir penuh dan saya enggan untuk menggantinya yang baru. Saya kembali membuka catatan kecil saya untuk melihat hal-hal yang belum dilakukan dalam minggu ini, semuanya masih seputar skripsi. Masih banyak list yang belum dikerjakan. Lagi-lagi karena permasalahan motivasi. 
       Sesaat saya tersadar kembali dari perdebatan yang ada di dalam diri ini. Pandangan saya tertuju dengan sekelompok orang, 2 pria dan 2 wanita yang kelihatanya bingung datang menghampiri saya dan membuat saya terkejut. 
“Permisi, apakah kakak sendiri di rumah” Tanya salah satu pria besar, “iya, maaf ada yang bisa saya bantu” jawab saya dengan tatapan saya curiga dari keempat orang yang berpakaian rapi dengan kemeja batik yang dikenakan dan membawa tas ransel hitam, mungkin mereka mau menjual produk kepada saya. Ah saya paling malas jika harus menghadapi hal ini. “kami mohon izin untuk istirahat sebentar sebelum melanjutkan kembali perjalanan kami” pinta pria bertubuh besar itu. “mohon izinkan kami untuk istirahat sejenak” lanjut salah satu teman wanitanya. Wajah saya melongo, saya terkejut bukanya mereka menawarkan produk eh malah minta izin utnuk istirahat di rumah. Saya masih tambah tidak percaya, tiba-tiba pikiran saya langsung ke arah yang tidak-tidak, mulai dari kasus pencurian dan penipuan, hipnotis dan minta tolong untuk istirahat di rumah korbanya dengan modus menawarkan jasa, seperti kejadian yang ada di pemberitaan media saat itu melintas di
pikiran saya. Akhirnya mereka menjelaskan maksud tujuanya kepada saya dan saudara saya yang ada pada saat itu karena mereka melihat kecurigaan pada wajah saya. Mereka hanya sales yang kalau tidak salah berasal dari Medan datang ke Makassar untuk menawarkan produk kesehatan mereka di sini.
     Setelah akhirnya memutuskan untuk mengizinkan mereka masuk ke dalam rumah, pria bertubuh besar meminta izin menggunakan peralatan makan yang ada di rumah untuk menikmati nasi bungkus yang dia bawa. Kemudia minta izin untuk mencharger Hp dan menggunakan toilet (tidak penting untuk disampaikan..hehe). Tampak wajah mereka begitu senang bisa diizinkan menumpang sambil sesekali mereka bertanya seputar kehidupan kami. Percakapan kami akhirnya terjalin walaupun saat itu kami tidak saling memperkenalkan diri tetapi mulai hilang rasa kecurigaan terhadap mereka. Astagfirullah, saya suudzon kepada mereka. Mereka hanyalah orang-orang yang berjuang untuk bisa sukses, mereka merantau dari Medan ke Makassar harapan mereka bisa menjual produk yang mereka tawarkan. Sangat jelas terlihat ukiran wajah penuh semangat yang ada pada mereka, suara yang khas yaitu khas orang Medan. 
    Orang Sumatera dan Sulawesi memang terkenal dengan orang-orangnya yang suka merantau demi merajut hidup. Lagi-lagi saya banyak belajar dari perjuangan mereka. Allah memberikan kepada kita banyak pelajaran yang bisa didapatkan dari kerasnya kehidupan ini yaitu melaui orang-orang yang berjuang.
        Saya sadar bahwa orang-orang yang berjuang pasti memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Seperti ditampar dengan kehadiran mereka, saya harus lebih menguatkan tujuan saya untuk melangkah kedepan. Terpikir kembali akan keberadaan catatan kecil saya yang sebaiknya perlu diperhatikan. Saya perlu menuliskan target yang akan dilakukan.
     Sangat sederhana “Hidup adalah perjuangan, kalau lapar ya pasti makan, makanan didapatkan dari hasil usaha, yaitu kerja, seorang pekerja harus bekerja untuk mendapatkan uang” dari situlah siklus hidup terjadi. Hanya satu kata besar yaitu “berjuang”. Saya ingin melangkah maju dan punya tujuan yang jelas, langkah saya harus jelas. Saya harus mampu menjawab semua pertanyaan yang muncul dari kepala saya. Saya harus mengukir kembali semua dalam buku catatan saya dan berjuang mewujudkanya. Saya kembali teringat impian saya dulu sejak SMA yaitu melanjutkan studi ke Jepang. Impian saya untuk merantau seperti orang-orang sukses lainya yang mengawali perjuangan mereka dengan “merantau”. 
  Kisah perjuangan yang masih terus berlanjut dan akan terukir, begitulah yang memang harus dilakukan...karena semuanya butuh perjuangan

No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat...Silahkan komentarnya,,,